RANGKUMAN HAKEKAT PENDIDIKAN 1. Manusia adalah satu diantara mahluk yang diciptakan Tuhan yang memiliki keistimewaan tersendiri dari mahluk yang lain seperti tumbuhan dan binatang. 2. Ketidakberdayaan anak manusia mengharuskan anak mendapatkan bantuan orang lain (orang dewasa) melalui pergaulan untuk dapat menjadi manusia. 3. Kalau binatang tidak akan mempunyai kemungkinan untuk menjadi seperti manusia walaupun ia dipelihara oleh manusia, tetapi berbeda dengan manusia yang mempunyai kemungkinan untuk itu. Dan saya berani mengatakan bisa lebih dari binatang. Mengapa begitu? Carikan jawabannya ya. 4. Orang dewasa yang pertama yang bertanggung jawab untuk itu adalah kedua orang tuanya, dan orang dekat lainnya di rumah seperti nenek, datuk, kakak beradik, seterusnya tetangga, orang se kampung, se kecamatan, se kabupaten/kota, se propinsi, dan sermua orang di dunia yang tanpa batas. 5. Karena keterbatasan waktu dan tenaga, tak selamanya orang tua mampu menjalankan tugas pendidikan yang semakin rumit, maka sebagiannya diserahkannya dengan lembaga pendidikan format atau disebut persekolahan dan apabila masih tersisa keinginan orang tua atau anak sendiri masih dapat disalurkan kepada lembaga pendidikan luar persekolahan (pendidikan luar sekolah). 6. Instink pada mansuia adalah kemampuan awal (syarat) untuk terus berkembangan sedangkan pada binatang instink adalah kemampuan tertinggi yang diberikan Tuhan. 7. Manusia memalui pergaulan dengan sesamanya akan dapat mengembangkan diri sampai batas luar biasa, maka bantuan yang diberikan kepada anak untuk itu harus bersifat paedagogis atau mendidik, yaitu usaha memimpin anak secara perlahanlahan agar ia mampu berbuat dan menjadi dewasa pula serta sampai menjadi mahluk yang sempurna. 8. Fungsi mendidik ini hanya ada pada manusia, dan tidak ada pada mahluk lain. Karena itu pada binatang tidak akan ada perubahan kehidupan yang berarti oleh pengaruh pendidikan (pelatihan) karena ia tidak dikaruniai akal. 9. Dalam arti sempit, pendidikan dalam prakteknya identik dengan persekolahan (schooling), yaitu pengajaran formal di bawah kondisi-kondisi yang terkontrol. 10. Tujuan pendidikan dalam arti sempit ditentukan oleh pihak luar individu peserta didik. Sebagaimana kita maklumi, tujuan pendidikan suatu sekolah atau tujuan pendidikan suatu kegiatan belajar-mengajar di sekolah tidak dirumuskan dan ditetapkan oleh para siswanya. 11. Lamanya waktu pendidikan bagi setiap individu dalam masyarakat cukup bervariasi, mungkin kurang atau sama dengan enam tahun, sembilan tahun bahkan lebih dari itu. Namun demikian terdapat titik terminal pendidikan yang ditetapkan dalam satuan waktu. 12. Dalam arti luas, sepanjang hidup manusia adalah pendidikan, dan pendidikan adalah hidup (life is education, and education is life). Maksudnya bahwa pendidikan adalah segala pengalaman hidup (belajar) dalam berbagai lingkungan yang berlangsung sepanjang hayat dan berpengaruh positif bagi pertumbuhan atau perkembangan individu. 13. Istilah pendidikan berasal dari kata didik yang mendapat awalan pen dan akhiran kan yang diartikan dengan proses perubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaraan dan latihan”. 14. Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. 15. Pendidikan mengadung konsep-konsep sebagai berikut: a. Pendidikan itu suatu proses perubahan tingkah laku yang berlangsung terus menerus dalam hidup manusia. b. Perubahan tingkah laku itu selalu menuju kepada suatu tujuan tertentu, baik tujuan individu maupun sosial. c. Di dalam proses pendidikan selalu ada usaha pemindahan pegetahuan dan nilai-nilai tertentu. d. Proses pendidikan itu dapat dilakukan secara sadar atau tidak sadar melalui berbagai bentuk pengaruh dari lingkungan yang tidak terbatas. e. Proses pendidikan tidak terikat oleh waktu dan tempat. 16. Lahirnya pendidikan alternatif, lahirnya pendidikan alternatif adalah karena ketidakpuasan akan sistem pendidikan konvensional yang dilaksanakan di sekolah. 17. Asumsi pendidikan alternatif adalahh karena adanya beragam fakta yang menunjukkan bahwa di segala jenjang dan bidang kehidupan di negeri ini mengalami krisis filosofi hidup. 18. Salah satu tuntutan reformasi di bidang pendidikan adalah diberinya peluang, bahkan dalam batas tertentu diberinya kebebasan, kepada keluarga dan masyarakat untuk menyelenggarakan pendidikan yang sesuai dengan minat dan kebutuhan warga belajar, serta sesuai dengan kondisi dan tuntutan lapangan kerja. 19. Istilah pendidikan alternatif merupakan istilah generik yang meliputi sejumlah besar program atau cara pemberdayaan peserta didik yang dilakukan berbeda dengan cara tradisional. 20. Secara umum berbagai bentuk pendidikan alternatif itu mempunyai tiga kesamaan yaitu : pendekatannya yang lebih bersifat individual, memberikan perhatian lebih besar kepada peserta didik, orangtua/keluarga, dan pendidik, serta yang dikembangkan berdasarkan minat dan pengalaman. 21. Ilmu Pendidikan ilmu pendidikan mempunyai objek penelitiannya yang khas, yaitu fenomena atau situasi pendidikan dimana proses pengarahan perkembangan peserta didik terjadi interaksi antara pelajar atau peserta didik dengan pendidik, sedangkan metode pengamatan yang di pergunakan adalah perpaduaan dua pendekatan yang filosofis dan emperis. Hasil dari kedua pendekatan ini akan berupa suatu teori pendidikan. Dari hasil peneropongan filosofis dan impiris itulah nantinya menjadi ilmu pendidikan. 22. Ilmu pendidikan itu sendiri tidak dapat dilepaskan dari makna pendidikan. Oleh karena itu, ilmu pendidikan dapat diartikan sebagai ilmu tentang pendidikan. Atau dengan perkataan lain, ilmu pendidikan adalah ilmu yang mempelajari hakekat serta seluruh upaya pendidikan dalam arti upaya pembibingan bagi peserta didik ke arah tujuan tertentu, yaitu dalam rangka mengarahkan perkembangan peserta didik seoptimal mungkin. 23. Ilmu pendidikan itu sebagai suatu ilmu pengetahuan praktis (practische wetenschap), karena ilmu itu membicarakan perbuatan atau perilaku manusia secara khusus, yaitu perbuatan mendidik, 24. Ada tujuh unsur keilmuan dan pemikiran, antara lain: (1) Ilmu pendidikan teoritis; (2) Ilmu pendidikan praktis: (3) Perbuatan pendidikan yang dapat mempengaruhi; (4) Keyakinan seseorang dalam hal kependidikan; dan juga menjadi: (5) Bahan empirik yang berguna untuk mengembangkan ilmu pendidikan itu sendiri; (6) Filsafat, yang berdasarkan keyakinan tadi diterapkan dalam; (7) Filsafat pendidikan, yang juga mendasari pemikiran ilmu pendidikan.